Follow Us:
11:52 WIB - Ketua Mahkamah Agung RI Lantik 14 Ketua Pengadilan Tinggi Dan 1 Ketua PT TUN | 22:16 WIB - Dua Kali Sidang Terdakwa AG Ditunda, Pihak Lapas Bangkinang Dikonfirmasi Bungkam | 13:15 WIB - Wabup Siak Husni Lantik 37 Penjabat Penghulu, Di Balairung Datuk Empat Suku | 17:05 WIB - Wabup Siak Sampaikan Belasungkawan Atas Musibah Kebakaran | 16:46 WIB - Penebaran Bibit Ikan Di Objek Wisata Tebat Gheban | 13:31 WIB - Mahasiswa Antusias Vaksinasi Merdeka Serentak, Di Tiga Kampus Pekanbaru
/ Nasional / Rasa Toleransi Bertambah, Kebijaksanaan Juga Bertambah /
Rasa Toleransi Bertambah, Kebijaksanaan Juga Bertambah
Minggu,, 25 Juli 2021 - 00:00:11 WIB
Suarasindo.com | OPINI -- Jiwa-jiwa Nusantara sedang bangkit kesadarannya, ini bisa jadi adalah Momen pemutarbalikan. Ini adalah tahapan lebih maju dalam mengenal jati diri bangsa. Kesadaran para pemuda mulai meningkat, Rasa toleransi bertambah, Kebijaksanaan juga bertambah.

Ketenangan juga terpancar dalam jiwa-jiwa Nusantara. Bagi kalian yang terpanggil untuk menjaga Indonesia, inilah saatnya. Jangan ragu untuk menunjukkan ke-Indonesia-an kalian. Jangan ragu untuk menampilkan jati diri kalian. Jadilah diri sendir, Jangan ikutan Bangsa Asing.

Mereka yang sedang merusak Negeri ini dari dalam, sedang blingsatan karena kedor mereka semakin lama semakin terbongkar. Rakyat mulai sadar dengan permainan mereka,  rakyat juga mulai sadar dengan potensi strategis Indonesia yang menyimpan banyak kekayaan alam dan membuat Bangsa Asing ngiler. Tahun 2016/2017 mereka berhasil menguasai Indonesia dan mengeruk luka dari dalam, kini sudah semakin banyak yang sadar dengan luka itu. Sebelum luka menjadi nanah, cepat sembuhkan.

Perang zaman sekarang tak sama seperti dulu. Perang zaman sekarang menggunakan organ di dalam Negeri sebagai pasukan perusak. Disetting dengan halus dalam Doktrin-doktrin keyakinan yang ketat dan sempit. Sehingga membuat orang takut dan terkecoh.

Jangan tertipu. Kulit mereka memang cokelat sama seperti kita. Tapi di balik petinggi mereka, ada banyak elit yang bermain. Pucuknya adalah elit Bangsa Asing yang memang menyebarkan doktrin-doktrin tersebut ke seluruh dunia untuk melumpuhkan Negara target.

Amunisi mereka kini mulai tipis. Kekuatan mereka hanya tersisa di mulut yang kasar dan jempol yang turah. Caci maki mereka adalah curahan frustasi mereka, karena merasa terdesak. Indonesia yang harusnya masuk dalam jebakan mereka, justru semakin sadar.

Para jiwa-jiwa yang terpanggil untuk menjaga NKRI, jangan ragu. Tunjukkan Indonesia-mu yang beragam. Dari keberagaman, akan melahirkan pemahaman, dari pemahaman akan melahirkan toleransi dan kebijaksanaan. Kebijaksanaan diperlukan untuk memahami jati diri bangsa. Masa titik balik sudah tiba, kontrak mereka untuk berkuasa di sini sudah mau habis. Terima kasih buat kalian yang terus bekerja menjaga NKRI ini dengan beragam cara.

Ditulis Oleh Akun Facebook Lia Lestari
Editor Fahrin Waruwu/Media SHI Group
Kategori Opini


Berita Lainnya :
  • Ketua Mahkamah Agung RI Lantik 14 Ketua Pengadilan Tinggi Dan 1 Ketua PT TUN
  • Dua Kali Sidang Terdakwa AG Ditunda, Pihak Lapas Bangkinang Dikonfirmasi Bungkam
  • Wabup Siak Husni Lantik 37 Penjabat Penghulu, Di Balairung Datuk Empat Suku
  • Wabup Siak Sampaikan Belasungkawan Atas Musibah Kebakaran
  • Penebaran Bibit Ikan Di Objek Wisata Tebat Gheban
  • Mahasiswa Antusias Vaksinasi Merdeka Serentak, Di Tiga Kampus Pekanbaru
  • Satgas Ingatkan Indonesia Pentingnya Kewaspadaan Cegah Gelombang Ketiga Covid-19
  • Polres Pagar Alam SumselĀ  Serta Jajaran Laksanakan Syukuran Hari Jadi Lalulintas Bayangkara Yang ke 66
  • Penasehat DWP Kabupaten Pelalawan Hadiri Acara Dharma Wanita Kabupaten Pelalawan
  •  
    Komentar Anda :
       
    FOTO


     
    Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara RI (LPPN-RI)
     
     
    PT. Jean Seputar Indonesia
    Copyright © 2017