Follow Us:
18:55 WIB - Syukuran HUT Korem 045/Gaya ke-11 Sederhana dan Penuh Kekeluargaan | 18:53 WIB - Puncak Peringatan HUT Korem 045/Garuda Jaya, Danrem Dapat Surprise Dari Kapolda Babel | 17:34 WIB - Meningkatkan Kemampuan Intervensi Berbasis Masyarakat Bagi Agen Pemulihan Dan Petugas Rehabilitasi Kembali Di Gelar Oleh BNN RI | 11:54 WIB - Danrem 162/WB Gelar Penataran Kader Bela Negara Binaan Kodim Se-Pulau Lombok NTB | 10:44 WIB - Indonesia Segi Tiga Emas, Surga Bagi Peredaran Narkoba. | 10:39 WIB - Sejak Januari 2021 Polri Tangkap 24.878 Orang Terkait Kasus Narkoba
/ Hukum / Dugaan Mark Up Pembangunan Fly Over Di Pekanbaru Dilaporkan /
Dugaan Mark Up Pembangunan Fly Over Di Pekanbaru Dilaporkan
Selasa, 08 Juni 2021 - 07:54:53 WIB
suarasindo.com-JAKARTA - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sebagai sebuah organisasi non pemerintah dalam melakukan kinerja pemerintah sebagai sosial control yang membantu pemerintah dalam memantau penyalahgunaan kewenangan yang tidak terikat dengan pemerintah dan birokrasi.

Upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi yang mengikutsertakan masyarakat atau LSM telah diatur dalam United Nations Convention Agains Corruption 2003 khususnya dipasal 13, demikian juga dalam UU 1945 pasal 28 E ayat (3) berbunyi setiap orang berhak atas kebebasan berseriat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat, juga didukung dengan TAP MPR RI Nomor VIII/MPR/2001 Tentang rekomendasi arah kebijakan pemberantasan dan penvegahan korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Hal tersebut yang membuat Saudara Hondro dari DPD Komando Garuda Sakti Lembaga Aliansi Indonesia Provinsi Riau menyampaikan laporan dugaan adanya tindak pidana korupsi pada pembangunan fly over di simpang SKA jalan Tuanku Tambusai/Jalan Soekarno-Hatta Kota Pekan Baru, Provinsi Riau Tahun Anggaran 2017-2018 dari sumber dana APBD sebesar Rp. 159.098.140.218,52,-

Menurut Saudara Hondro temuan tim investigasinya berupa pemasangan kayu cerocok, pemasangan Geotextile, penimbunan tanah Base B Beton Drainase K 175 Beton Drainase K 250 dan Cor Rigid Beton dalam berkas yang diantar langsung ke Gedung Merah Putih KPK Jalan Persada Kuningan Kav 4 Setia Budi Jakarta Selatan. Senin (7/6/2021).

Dalam keterangan kepada awak media Saudara Hondro mengatakan, “Pekerjaan dinding beton yang tidak dikerjakan dalam pembangunan fly over antara lain, pemasangan pancang mini pile 20 cm x 20 cm, pemasangan besi dinding dan pengecoran dinding beton K 300” jelasnya

“Hasil temuan tim kami diduga Kadis PUPR Bersama PPTK PUPR Provinsi Riau melakukan mark up”, tegas Saudara Hondro.

Saudara Hondro pun menunjukan kepada awak media bahwa laporannya juga ditembuskan kepada Gubernur Provinsi Riau, Inspektorat Provinsi Riau, Ketua DPRD Provinsi Riau, Kejati Provinsi Riau Kapolda Riau Dinas PUPR Provinsi Riau dan Mentri PUPR. (LEP/SHI Group)


Berita Lainnya :
  • Syukuran HUT Korem 045/Gaya ke-11 Sederhana dan Penuh Kekeluargaan
  • Puncak Peringatan HUT Korem 045/Garuda Jaya, Danrem Dapat Surprise Dari Kapolda Babel
  • Meningkatkan Kemampuan Intervensi Berbasis Masyarakat Bagi Agen Pemulihan Dan Petugas Rehabilitasi Kembali Di Gelar Oleh BNN RI
  • Danrem 162/WB Gelar Penataran Kader Bela Negara Binaan Kodim Se-Pulau Lombok NTB
  • Indonesia Segi Tiga Emas, Surga Bagi Peredaran Narkoba.
  • Sejak Januari 2021 Polri Tangkap 24.878 Orang Terkait Kasus Narkoba
  • Dalam Rangka NASI KAPAU, Kapolda Kepri Kunjungi Kabupaten Lingga
  • Kapolri Rencana Hadir Saat Rilis Sabu 1 Ton Lebih Asal Timur Tengah
  • Kemenkes RI Perbarui Aturan Tentang Pelaksanaan Vaksinasi Penanggulangan Pandemi Covid-19.
  •  
    Komentar Anda :
       
    FOTO
    Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara RI (LPPN-RI)
    Lima Wanita Berpakaian Seksi Demo di KPK
     
    Buruh Dukung KPK
     
     
    PT. Jean Seputar Indonesia
    Copyright © 2017