Follow Us:
18:55 WIB - Syukuran HUT Korem 045/Gaya ke-11 Sederhana dan Penuh Kekeluargaan | 18:53 WIB - Puncak Peringatan HUT Korem 045/Garuda Jaya, Danrem Dapat Surprise Dari Kapolda Babel | 17:34 WIB - Meningkatkan Kemampuan Intervensi Berbasis Masyarakat Bagi Agen Pemulihan Dan Petugas Rehabilitasi Kembali Di Gelar Oleh BNN RI | 11:54 WIB - Danrem 162/WB Gelar Penataran Kader Bela Negara Binaan Kodim Se-Pulau Lombok NTB | 10:44 WIB - Indonesia Segi Tiga Emas, Surga Bagi Peredaran Narkoba. | 10:39 WIB - Sejak Januari 2021 Polri Tangkap 24.878 Orang Terkait Kasus Narkoba
/ Nasional / Politikus PKS Heran Orang Yang Antimasker Bisa Menjadi Duta Masker /
Politikus PKS Heran Orang Yang Antimasker Bisa Menjadi Duta Masker
Jumat, 07 Mei 2021 - 09:50:25 WIB
Suarasindo.com, JAKARTA - Beberapa orang yang menolak memakai masker sebagai bagian dari protokol COVID-19 dinobatkan menjadi duta masker. Anggota Komisi IX F-PKS, Netty Prasetyani, menilai keputusan tersebut bisa menimbulkan tanda tanya di masyarakat.

Seharusnya pelanggar prokes dan orang yang menghalang-halangi orang lain untuk taat prokes tidak hanya sekadar dijadikan duta masker, harus lebih dari itu," kata Netty saat dihubungi, Jumat (7/5/2021).

Netty menilai seharusnya mereka yang menolak masker diperlakukan sama seperti yang lain, yaitu diberi sanksi. Keputusan menjadikan duta masker, kata dia, justru bisa timbulkan tanda tanya di masyarakat.

Ini akan menjadi pertanyaan di masyarakat, kenapa kok yang ini dijadikan duta masker sementara yang lain dikenakan sanksi sosial maupun denda," ucapnya.

Mereka yang Jadi 'Duta' Usai Bikin Perkara
Lebih lanjut, Netty menyebut fakta banyaknya orang yang masih menolak masker harus menjadi bahan introspeksi pemerintah. Menurutnya hal itu berarti sosialisasi prokes pemerintah gagal menembus ke masyarakat bawah.

Kejadian ini harus menjadi ajang introspeksi diri bagi pemerintah, bahwa masih ada rakyat yang menentang prokes. Kita lihat bagaimana orang tersebut begitu gigih menghalangi orang lain menggunakan masker. Ini amat berbahaya. Selama ini berarti sosialisasi tentang prokes oleh pemerintah belum menembus lapisan terbawah masyarakat," ujarnya.

Pemerintah harus lebih kreatif lagi menyosialisasikan prokes. Gandeng tokoh masyarakat sesuai dengan komunitasnya masing-masing. Jika kejadian ini berlangsung di tempat ibadah, maka harus digandeng tokoh yang diakui serta memiliki daya pengaruh," lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, masih ada beberapa orang yang menolak memakai masker sebagai bagian dari protokol kesehatan COVID-19. Namun pada akhirnya mereka mau memakai masker dan dinobatkan menjadi duta masker.

Sebagaimana diketahui, beberapa hari belakangan ini ada beberapa orang yang viral karena menolak memakai masker. Di Bekasi, ada pemuda bernama Nawir yang bahkan secara kasar menarik masker seorang jemaah masjid bernama Roni Oktavian.(Red)

Sumber:detiknews


Berita Lainnya :
  • Syukuran HUT Korem 045/Gaya ke-11 Sederhana dan Penuh Kekeluargaan
  • Puncak Peringatan HUT Korem 045/Garuda Jaya, Danrem Dapat Surprise Dari Kapolda Babel
  • Meningkatkan Kemampuan Intervensi Berbasis Masyarakat Bagi Agen Pemulihan Dan Petugas Rehabilitasi Kembali Di Gelar Oleh BNN RI
  • Danrem 162/WB Gelar Penataran Kader Bela Negara Binaan Kodim Se-Pulau Lombok NTB
  • Indonesia Segi Tiga Emas, Surga Bagi Peredaran Narkoba.
  • Sejak Januari 2021 Polri Tangkap 24.878 Orang Terkait Kasus Narkoba
  • Dalam Rangka NASI KAPAU, Kapolda Kepri Kunjungi Kabupaten Lingga
  • Kapolri Rencana Hadir Saat Rilis Sabu 1 Ton Lebih Asal Timur Tengah
  • Kemenkes RI Perbarui Aturan Tentang Pelaksanaan Vaksinasi Penanggulangan Pandemi Covid-19.
  •  
    Komentar Anda :
       
    FOTO
    Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara RI (LPPN-RI)
    Lima Wanita Berpakaian Seksi Demo di KPK
     
    Buruh Dukung KPK
     
     
    PT. Jean Seputar Indonesia
    Copyright © 2017