Follow Us:
21:04 WIB - Kapolres Pelalawan Berikan Reward/umroh Gratis Bagi Anggota yang Berhasil Menangkap Pelaku dan Barang Bukti Narkoba Jenis Sabu 2 kg | 16:08 WIB - Ferdinand: Beliau Diracuni Masukan Sesat, SBY Daftarkan Demokrat Sebagai Hak Milik Pribadi | 15:51 WIB - Demi Konten Seorang Remaja Tewas Hadang Truk, Supir Bisa Dijerat Hukum? | 15:49 WIB - Gempa Malang Terasa hingga ke Seluruh Pos Gunung Merapi | 15:44 WIB - Silaturahmi Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) RP Yudantoro, diterima Bupati Siak Alfedri | 15:37 WIB - Pimpinan KPK Meminta Maaf soal Tuduhan Singapura Surga Koruptor
/ Nasional / Bencana Indonesia Tahun 2020 Tertinggi di Dunia, Jokowi Sebut Perlu Ada Mitigasi /
Bencana Indonesia Tahun 2020 Tertinggi di Dunia, Jokowi Sebut Perlu Ada Mitigasi
Rabu, 03 Maret 2021 - 16:17:07 WIB
Suarasindo.com JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Indonesia menghadapi 3.253 bencana pada 2020. Artinya ada kurang lebih sembilan bencana setiap harinya. Angka itu didapatkan Jokowi dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo.

"Tadi Pak Doni menyampaikan satu tahun kemarin saja kita menghadapi 3.253 bencana, per hari kurang lebih sembilan bencana. Bukan sebuah angka yang kecil tapi cobaan, ujian dan tantangan itu yang harus kita hadapi baik bencana hidrometeorologi maupun geologi," ujarnya saat membuka Rakornas Penanggulangan Bencana 2021 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (3/3/2021).

Atas kondisi itu, Jokowi mengingatkan semua pihak, Indonesia menduduki ranking tertinggi negara paling rawan bencana. Terlebih jumlah penduduk di Tanah Air sangatlah banyak dan itu amat berkaitan dengan risiko jumlah korban ketika bencana melanda.

"Kita sekali lagi menduduki ranking tertinggi negara paling rawan bencana karena jumlah penduduk kita juga besar sehingga risiko jumlah korban yang terjadi bila ada bencana juga sangat besar," tuturnya.

Menurut Jokowi, kunci utama dalam mengurangi risiko bencana terletak pada aspek pencegahan dan mitigasi. Ia pun selalu menyampaikan berulang-ulang bahwa hal ini sangat penting. Kepala Negara tidak ingin Indonesia terkesan reaktif, artinya baru pontang panting ketika bencana melanda.

"Saya melihat kunci utama dalam mengurngi risiko terletak pada aspek pencegahan dan mitigasi bencana. Ini yang selalu saya sampaikan berulang-ulan. Pencegahan. Jangan terlambat, ini bukan berarti aspek yang lain dalam manejemen bencana tidak kita perhatikan, bukan itu, tapi jangan juga kita bersifat reaktif saat bencana terjadi, kita harus persiapkan diri dengan antisipasi yang terencana baik," jelas Jokowi.

Dalam pembukaan Rakornas Penanggulangan Bencana 2021, turut hadir Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy dan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo. Selain di Istana, kegiatan ini juga diikuti secara virtual oleh jajaran BPBD.


Sumber : Sindonews.com


Berita Lainnya :
  • Kapolres Pelalawan Berikan Reward/umroh Gratis Bagi Anggota yang Berhasil Menangkap Pelaku dan Barang Bukti Narkoba Jenis Sabu 2 kg
  • Ferdinand: Beliau Diracuni Masukan Sesat, SBY Daftarkan Demokrat Sebagai Hak Milik Pribadi
  • Demi Konten Seorang Remaja Tewas Hadang Truk, Supir Bisa Dijerat Hukum?
  • Gempa Malang Terasa hingga ke Seluruh Pos Gunung Merapi
  • Silaturahmi Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) RP Yudantoro, diterima Bupati Siak Alfedri
  • Pimpinan KPK Meminta Maaf soal Tuduhan Singapura Surga Koruptor
  • Dicuri Hacker, Data Setengah Miliar Pengguna Facebook
  • Dipulihkan PLN, Listrik Enam Kabupaten di NTT Pasca Diterjang Bencana
  • Gempa Magnitudo 6,7 Kembali Meguncang Kota Malang Jatim
  •  
    Komentar Anda :
       
    FOTO
    Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara RI (LPPN-RI)
    Lima Wanita Berpakaian Seksi Demo di KPK
     
    Buruh Dukung KPK
     
     
    PT. Jean Seputar Indonesia
    Copyright © 2017