Follow Us:
10:28 WIB - Disela-sela Aktivitas, Bupati Tinjau Beberapa Ruangan di Sekretariat Daerah. | 10:02 WIB - Danrem 045/Gaya dan Forkopimda Babel Kunjungi Kediaman Korban Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 | 10:00 WIB - Provos Polres Bangka Barat Cek Kelengkapan Surat dan Sikap Tampang Anggota | 08:47 WIB - Jam Komandan, Dandim 0906/Tenggarong Sampaikan Kita Harus Bisa Menjadi Contoh Dan Tauladan | 19:35 WIB - MK Akan Tetapkan Hari Sidang Perkara Konstitusi Pilkada Lampung Selatan | 19:34 WIB - Posko Tanggap Bencana Alam Kodim Martapura Salurkan Bantuan Presiden RI Joko Widodo
/ Hukum / KPK Memanggil Bupati Kabupaten Kaur Bengkulu Terkait Kasus Suap Ekspor Benur /
KPK Memanggil Bupati Kabupaten Kaur Bengkulu Terkait Kasus Suap Ekspor Benur
Senin, 11 Januari 2021 - 11:47:59 WIB
SuaraSindo.com, JAKARTA - Penyidik KPK memanggil Bupati Kabupaten Kaur, Bengkulu, Gusril Pausi, terkait kasus suap ekspor benih lobster atau benur. Gusril dipanggil sebagai saksi untuk tersangka pemberi suap yakni Suharjito (SJT).

Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka SJT," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Senin (11/1/2021).

Dalam perkara ini, KPK menjerat Edhy Prabowo sebagai tersangka dalam jabatannya sebagai Menteri KKP. Dia ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap ekspor benih lobster. Selain Edhy, ada enam orang lain yang ditetapkan sebagai tersangka.

Sebagai penerima:
1. Edhy Prabowo (EP), Menteri KKP (kini nonaktif);
2. Safri (SAF), Stafsus Menteri KKP;
3. Andreau Pribadi Misanta (APM), Stafsus Menteri KKP;
4. Siswadi (SWD), Pengurus PT Aero Citra Kargo (PT ACK);
5. Ainul Faqih (AF), Staf istri Menteri KKP; dan
6. Amiril Mukminin (AM)

Sebagai pemberi:
7. Suharjito (SJT), Direktur PT DPP

KPK Dalami Pertemuan Edhy Prabowo dengan Penyuap Kasus Ekspor Benur
Secara singkat, PT DPP merupakan calon eksportir benur yang diduga memberikan uang kepada Edhy Prabowo melalui sejumlah pihak, termasuk dua stafsusnya. Dalam urusan ekspor benur ini, Edhy diduga mengatur agar semua eksportir melewati PT ACK sebagai forwarder dengan biaya angkut Rp 1.800 per ekor.

KPK menduga suap untuk Edhy Prabowo ditampung dalam rekening anak buahnya. Salah satu penggunaan uang suap yang diungkap KPK adalah ketika Edhy Prabowo berbelanja barang mewah di Amerika Serikat (AS), seperti jam tangan Rolex, tas LV, dan baju Old Navy.(Red)

Sumber:detiknews



Berita Lainnya :
  • Disela-sela Aktivitas, Bupati Tinjau Beberapa Ruangan di Sekretariat Daerah.
  • Danrem 045/Gaya dan Forkopimda Babel Kunjungi Kediaman Korban Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ 182
  • Provos Polres Bangka Barat Cek Kelengkapan Surat dan Sikap Tampang Anggota
  • Jam Komandan, Dandim 0906/Tenggarong Sampaikan Kita Harus Bisa Menjadi Contoh Dan Tauladan
  • MK Akan Tetapkan Hari Sidang Perkara Konstitusi Pilkada Lampung Selatan
  • Posko Tanggap Bencana Alam Kodim Martapura Salurkan Bantuan Presiden RI Joko Widodo
  • Plt Bupati Lingga Sampaikan Dua Usulan," Dalam Kunker Di Batam
  • Koptan Cipta Bungaraya Jaya Akan Lanjutkan Program Suasembada Pangan
  • Dandim 1002/Barabai Tinjau 2 Lokasi Longsor
  •  
    Komentar Anda :
       
    FOTO
    Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara RI (LPPN-RI)
    Lima Wanita Berpakaian Seksi Demo di KPK
     
    Buruh Dukung KPK
     
     
    PT. Jean Seputar Indonesia
    Copyright © 2017