Follow Us:
20:18 WIB - Kunjungan di Kepulauan Mentawai, ParagonCorp Sambangi Dika Riyanti Peserta Program Wardah Inspiring Teacher Gen 8 | 14:02 WIB - BPI KPNPA RI nyatakan komitmen penuh kawal pembangunan dan kelestarian lingkungan di kabupaten Kepulauan Mentawai | 18:43 WIB - Kasus Pelabuhan Labuhan Bajau, Kuasa Hukum Nilai Perhitungan Kerugian Negara Rp17,9 Miliar Tidak Tepat | 04:45 WIB - Sambut Hari Jadi Polri, Polsek Siberut Gencarkan Aksi Sosial di Tempat Ibadah | 04:44 WIB - Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Sipora Gelar Aksi Bersih-Bersih di Masjid Nurul Iman Sioban | 04:43 WIB - Sambut HUT Bhayangkara Ke-80, Polsek Sikakap Gelar Bakti Religi Demi Wujudkan Kenyamanan Ibadah Masyarakat
/ Nasional / HABIS GELAP TERBITLAH TERANG TOKOH WANITA HEBAT INDONESIA RA. KARTINI /
HABIS GELAP TERBITLAH TERANG TOKOH WANITA HEBAT INDONESIA RA. KARTINI
Selasa, 21 April 2026 - 09:13:49 WIB

TERKAIT:
   
 
PEKANBARU - Raden Ajeng Kartini dikenal sebagai tokoh perempuan Jawa yang berjasa besar dalam memperjuangkan hak-hak perempuan, terutama di bidang pendidikan. Ia lahir di Jepara pada 21 April 1879. Untuk mengenang dedikasi dan perjuangannya, tanggal kelahirannya diperingati sebagai Hari Kartini setiap tahun.

Kartini merupakan anak bungsu dari lima bersaudara, putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, seorang bangsawan, dan Ngasirah yang berasal dari kalangan rakyat biasa. Latar belakang ibunya yang tidak memiliki gelar bangsawan membuatnya berstatus sebagai istri selir dalam struktur sosial saat itu.

Sejak kecil, Kartini dikenal sebagai sosok cerdas, aktif, dan mandiri. Ia bahkan mendapat julukan “Trinil”, yang diambil dari nama burung kecil yang lincah. Dalam masa pendidikannya, Kartini sempat mengenyam pendidikan di Europese Lagere School (ELS), sebuah sekolah dasar pada masa Hindia Belanda.

Kartini juga memperkenalkan potensi seni ukir khas Jepara melalui tulisannya berjudul Van een vergeten hoekje atau “Dari Sebuah Pojok yang Dilupakan”. Dalam tulisannya, ia mengangkat nilai budaya lokal yang saat itu kurang mendapat perhatian.

Pemikirannya mengenai emansipasi perempuan semakin kuat. Ia menilai perempuan pribumi berhak mendapatkan pendidikan, kebebasan, dan kesempatan yang setara sebagaimana perempuan di Eropa.

Pada 12 November 1903, Kartini menikah dengan Bupati Rembang, KRM Adipati Ario Singgih Djojo Hadiningrat. Setelah menikah, ia menyandang gelar Kanjeng Raden Ayu. Dukungan sang suami menjadi faktor penting yang memungkinkan Kartini terus memperjuangkan cita-citanya.

Dengan dukungan tersebut, Kartini mendirikan sekolah bagi perempuan sebagai langkah nyata memperluas akses pendidikan. Upaya ini kemudian berlanjut melalui pendirian sekolah-sekolah Kartini di berbagai daerah, yang diprakarsai oleh Yayasan Kartini bersama keluarga Van Deventer, tokoh Politik Etis pada masa itu.

Sekolah Kartini kemudian berkembang di sejumlah kota seperti Rembang, Jepara, Demak, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, hingga Cirebon.

Namun, perjuangan Kartini terhenti pada usia yang sangat muda. Ia wafat pada 17 September 1904, empat hari setelah melahirkan putranya, Soesalit Djojoadhiningrat, yang lahir pada 13 September 1904. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.

Setelah kepergiannya, sahabatnya, JH Abendanon, menghimpun surat-surat Kartini dan menerbitkannya dalam buku berjudul Door Duisternis tot Licht yang berarti “Dari Kegelapan Menuju Terang”.

Pengakuan atas jasa Kartini datang kemudian. Pemerintah Republik Indonesia menetapkannya sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 108 Tahun 1964 pada 12 Mei 1964. Sejak itu, setiap 21 April diperingati sebagai Hari Kartini, sebagai simbol perjuangan perempuan Indonesia menuju kesetaraan.***(SHI GROUP)

Eitor : harita
adm  : Mey


Berita Lainnya :
  • Kunjungan di Kepulauan Mentawai, ParagonCorp Sambangi Dika Riyanti Peserta Program Wardah Inspiring Teacher Gen 8
  • BPI KPNPA RI nyatakan komitmen penuh kawal pembangunan dan kelestarian lingkungan di kabupaten Kepulauan Mentawai
  • Kasus Pelabuhan Labuhan Bajau, Kuasa Hukum Nilai Perhitungan Kerugian Negara Rp17,9 Miliar Tidak Tepat
  • Sambut Hari Jadi Polri, Polsek Siberut Gencarkan Aksi Sosial di Tempat Ibadah
  • Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Sipora Gelar Aksi Bersih-Bersih di Masjid Nurul Iman Sioban
  • Sambut HUT Bhayangkara Ke-80, Polsek Sikakap Gelar Bakti Religi Demi Wujudkan Kenyamanan Ibadah Masyarakat
  • Karya Bakti TNI AD Resmi Ditutup Danpusterad, Sasaran Fisik Pembangunan Dapat Bermanfaat bagi Penerima Manfaat
  • Jelang Penutupan Program Karya Bakti TNI AD untuk Mentawai, Danpusterad Tinjau Hasil Akhir Pembangunan
  • Polres Mentawai Gelar Tabur Bunga di Dermaga Tuapejat Jelang HUT Bhayangkara ke 80
  •  
    Komentar Anda :
       
     
    PT. Jean Seputar Indonesia
    Copyright © 2017