Follow Us:
16:34 WIB - Asisten II Tinjau Desa Bukit Gajah, Kec. Ukui Dalam Rangka Persiapan Menyambut Kedatangan Menteri Koperasi dan UKM RI | 14:47 WIB - Penutupan APKASI Otonomi EXPO 2024: Menyelaraskan Budaya dan Filosofi dalam Tarian Labuhan Merapi | 02:50 WIB - Bupati Pelalawan Berharap Adanya Rakor ini, GTRA Bisa Bekerja Optimal Sebagai Bentuk Dukungan Terhadap Kemandirian Daerah | 21:18 WIB - PASTIKAN MUTU DAN KUALITAS MAKANAN TERJAGA, PETUGAS LAPAS PEKANBARU LAKUKAN PEMERIKSAAN BAHAN MAKANAN | 23:29 WIB - Tak Hanya Perkuat Kerukunan Silahturahmi, Dr. Martin Purba Sebut Bahas Soal Ini | 21:49 WIB - LAPAS PEKANBARU SAKSIKAN PELANTIKAN DAN PENGAMBILAN SUMPAH JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA
/ Pekanbaru / Penuhi Hak WBP, Lapas Pekanbaru Berikan Pembebasan Bersyarat Kepada 21 Orang WBP /
Penuhi Hak WBP, Lapas Pekanbaru Berikan Pembebasan Bersyarat Kepada 21 Orang WBP
Rabu, 10 Juli 2024 - 21:14:44 WIB

TERKAIT:
   
 
Suarasindo.com, Pekanbaru -- Sebanyak 21 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru mendapatkan Pembebasan Bersyarat (PB), Selasa (09/07/2024). Pembebasan Bersyarat adalah bebasnya WBP atau narapidana, setelah menjalani sekurang-kurangnya dua per tiga masa pidananya, dengan ketentuan dua per tiga tersebut tidak kurang dari sembilan bulan.

Pemberian Hak Pembebasan Bersyarat tersebut diatur dalam Pasal 10 Undang-Undang Pemasyarakatan Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan dimana WBP atau narapidana yang telah memenuhi persyaratan tertentu tanpa terkecuali juga berhak atas Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi atau Dikunjungi Keluarga (CMK), Cuti Bersyarat (CB), Cuti Menjelang Bebas (CMB), Pembebasan Bersyarat (PB); dan hak lain sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-Undangan.

Akan tetapi hak tersebut tidak bersifat mutlak karena sewaktu waktu dapat ditarik kembali apabila warga binaan yang bersangkutan melakukan pelanggaran dan kejahatan selama masa menjalani program Pembebasan Bersyarat (PB).

WBP atau narapidana yang akan mendapatkan hak pembebasan bersyarat itu juga harus memenuhi syarat tertentu seperti berkelakuan baik selama dalam masa penahanan,  aktif mengikuti program pembinaan, dan telah menunjukkan penurunan tingkat risiko.

Selanjutnya warga binaan tersebut diserah terimakan kepada pihak Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan menjadi klien Bapas yang wajib lapor 1 bulan sekali kepada masing-masing Bapas di wilayah penjamin dalam jangka waktu yang telah ditentukan sesuai dengan Surat Keputusan Pembebasan Bersyarat. Selain itu, seluruh proses pemberian hak warga binaan Lapas Kelas IIA Pekanbaru diberikan secara gratis (tidak dipungut biaya).

Program Pembebasan Bersyarat ini juga merupakan bagian upaya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dengan Lapas sebagai Unit Pelaksana Teknisnya (UPT) untuk mengurangi tingkat hunian warga binaan yang sudah penuh atau over crowded. Sehingga dengan adanya program ini setidak-tidaknya dapat mengurangi kepadatan warga binaan di dalam Lapas.*mhd/bnb.


Berita Lainnya :
  • Asisten II Tinjau Desa Bukit Gajah, Kec. Ukui Dalam Rangka Persiapan Menyambut Kedatangan Menteri Koperasi dan UKM RI
  • Penutupan APKASI Otonomi EXPO 2024: Menyelaraskan Budaya dan Filosofi dalam Tarian Labuhan Merapi
  • Bupati Pelalawan Berharap Adanya Rakor ini, GTRA Bisa Bekerja Optimal Sebagai Bentuk Dukungan Terhadap Kemandirian Daerah
  • PASTIKAN MUTU DAN KUALITAS MAKANAN TERJAGA, PETUGAS LAPAS PEKANBARU LAKUKAN PEMERIKSAAN BAHAN MAKANAN
  • Tak Hanya Perkuat Kerukunan Silahturahmi, Dr. Martin Purba Sebut Bahas Soal Ini
  • LAPAS PEKANBARU SAKSIKAN PELANTIKAN DAN PENGAMBILAN SUMPAH JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA
  • Penuhi Hak WBP, Lapas Pekanbaru Berikan Pembebasan Bersyarat Kepada 21 Orang WBP
  • Universitas Batutta Mendapatkan Akreditasi Baik Sekali
  • Wakil Ketua DPRD Hadiri Penyampaian LHP LKPP Tahun 2023
  •  
    Komentar Anda :
       
     
    PT. Jean Seputar Indonesia
    Copyright © 2017