Follow Us:
02:34 WIB - LAPAS PEKANBARU BEKALI WARGA BINAAN DENGAN KETERAMPILAN LAUNDRY | 01:22 WIB - Peringati Hari Bhayangkara ke-78, Polres Kampar Gelar Olahraga Bersama | 01:19 WIB - Sekjen DPW IWO Indonesia Sum-Sel Pertanyakan Anggaran & Azas Manfaat Sosialisasi Akbar KPU Prabumulih | 14:39 WIB - Tingkatkan Pelayanan Tahanan Pada Warga Binaan, Rutan Pekanbaru Adakan Program Pojok Konsultasi Pelayanan Tahanan | 13:57 WIB - Petugas dan Dharma Wanita Lapas Pekanbaru Gelar Jalan Sehat, Tingkatkan Kebugaran dan Fisik | 13:53 WIB - Jaga Kebugaran dan Kesehatan Tubuh, WBP Lapas Pekanbaru Rutin Ikuti Senam
/ Hukum / Judi Togel Thiam Hin Berkuasa di Bangka Barat: Hukum Tak Bergigikah? /
Judi Togel Thiam Hin Berkuasa di Bangka Barat: Hukum Tak Bergigikah?
Senin, 20 Mei 2024 - 20:38:43 WIB

TERKAIT:
   
 
Bangka Barat - Praktik judi togel di Bangka Belitung seakan tidak mengenal kata berhenti, terutama di wilayah Parittiga, Kabupaten Bangka Barat. Meski terdapat ancaman pidana, para bandar dan agen togel tetap beroperasi dengan bebas, tanpa rasa takut akan hukuman. Salah satu sosok yang menjadi sorotan adalah Thiam Hin, bos besar togel Singapura dan Hongkong, yang kerap kali disebut tak tersentuh hukum. Senin (20/5/2024).

Praktik perjudian, khususnya togel, bukan hal baru di Indonesia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), judi adalah permainan dengan uang atau barang berharga sebagai taruhan.

Secara istilah, perjudian adalah pertaruhan dengan kesengajaan, mempertaruhkan sesuatu yang bernilai dengan menyadari adanya risiko dan harapan pada permainan atau kejadian yang hasilnya belum ditentukan.

Togel, singkatan dari toto gelap, adalah salah satu bentuk judi yang sangat populer di Indonesia. Judi ini diadopsi dari permainan lotre dan dimodifikasi dengan unsur-unsur tradisional dan mistis, terutama di kalangan masyarakat menengah ke bawah. Permainan ini melibatkan jaringan kompleks yang terdiri dari bandar togel, keamanan, karyawan, pengepul nomor, dan pengecer nomor togel.

Hukum Indonesia telah jelas mengatur dan melarang perjudian, termasuk togel. Pasal 303 KUHP menerangkan bahwa setiap permainan yang bergantung pada peruntungan belaka atau keterampilan pemain adalah bentuk judi.

Ancaman pidana bagi bandar judi togel adalah penjara paling lama sepuluh tahun atau denda maksimal Rp25 juta, sesuai dengan Pasal 303 KUHP. Sementara bagi pemain judi, ancaman pidana adalah penjara paling lama empat tahun atau denda maksimal Rp10 juta berdasarkan Pasal 303 bis ayat (1) KUHP.

Meski demikian, di Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, praktik judi togel yang dikelola oleh Thiam Hin dan keluarganya tetap berlangsung lancar.

Saat ini, sang bandar togel beserta keluarganya tampak kebal hukum, bahkan diduga mendapat perlindungan dari oknum aparat kepolisian setempat.

Hal ini terlihat dari aktivitas perjudian yang tetap berjalan aman meski sering didatangi petugas.

Menurut informasi yang diperoleh, setiap kali ada rencana penggerebekan oleh petugas, usaha judi togel milik Thiam Hin tetap berjalan mulus. Diduga, petugas yang datang justru menerima "cuan" atau suap dari pihak bandar.

Ironisnya, ketika dikonfirmasi oleh jejaring media KBO Babel, Thiam Hin dan keluarganya tidak menanggapi pertanyaan terkait aktivitas ilegal mereka.

Hasil investigasi KBO Babel di kediaman Thiam Hin di Kabupaten Bangka Barat, Kecamatan Parittiga, pada Minggu (19/05/2024) menunjukkan bahwa aktivitas judi togel masih berlangsung dengan menerima pemain yang memasang nomor togel. Para pemain dilayani secara bergantian oleh Thiam Hin, istrinya, dan anak-anaknya.

Sementara itu, Kapolres Bangka Barat AKBP Ade Zamrah dan Kapolsek Jebus tidak memberikan tanggapan terkait aktivitas perjudian yang sudah berlangsung bertahun-tahun di wilayah hukumnya. Pesan yang dikirimkan kepada mereka tidak mendapatkan respons, meski terbaca.

Pertanyaan besar yang muncul di publik adalah mengapa Thiam Hin dan bisnis judinya bisa terus beroperasi tanpa tersentuh hukum.

Apakah hukum di Parittiga tidak berlaku bagi para bandar judi togel? Apakah aparat penegak hukum setempat telah mati suri atau menerima setoran dari sang bandar?

Keberanian Thiam Hin menjalankan bisnis ilegalnya secara terang-terangan menunjukkan bahwa hukum dan undang-undang tidak berlaku bagi dirinya dan keluarganya.

Hanya tindakan tegas dan langkah nyata dari aparat penegak hukum yang bisa menjawab pertanyaan publik ini.

Aparat kepolisian harus membuktikan bahwa mereka bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) serta gratifikasi.

Jika hukum benar-benar ditegakkan sesuai aturan undang-undang, praktik judi togel secara bebas dan terang-terangan akan hilang.

Ini bukan hanya soal menegakkan hukum, tetapi juga soal menjaga kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum dan institusi kepolisian.

Pemerintah dan aparat penegak hukum harus segera mengambil tindakan tegas untuk menghentikan praktik perjudian togel yang merajalela dan menindak para pelakunya, termasuk Thiam Hin dan jaringannya.

Dengan begitu, masyarakat akan melihat bahwa hukum benar-benar ditegakkan tanpa pandang bulu, dan keadilan dapat dirasakan oleh semua pihak.***


Berita Lainnya :
  • LAPAS PEKANBARU BEKALI WARGA BINAAN DENGAN KETERAMPILAN LAUNDRY
  • Peringati Hari Bhayangkara ke-78, Polres Kampar Gelar Olahraga Bersama
  • Sekjen DPW IWO Indonesia Sum-Sel Pertanyakan Anggaran & Azas Manfaat Sosialisasi Akbar KPU Prabumulih
  • Tingkatkan Pelayanan Tahanan Pada Warga Binaan, Rutan Pekanbaru Adakan Program Pojok Konsultasi Pelayanan Tahanan
  • Petugas dan Dharma Wanita Lapas Pekanbaru Gelar Jalan Sehat, Tingkatkan Kebugaran dan Fisik
  • Jaga Kebugaran dan Kesehatan Tubuh, WBP Lapas Pekanbaru Rutin Ikuti Senam
  • Perawatan dan Pemeliharaan Ambulans Lapas Pekanbaru
  • PT. RAPP Taja Kegiatan Penandatanganan MoU Program Desa Bebas Api Dengan Bupati Pelalawan dan Pj. Bupati Kampar
  • Bupati Pelalawan Hadiri Kegiatan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting dan Pelayanan Kesehatan Bergerak di Desa Sari Mulya
  •  
    Komentar Anda :
       
     
    PT. Jean Seputar Indonesia
    Copyright © 2017