Follow Us:
02:34 WIB - LAPAS PEKANBARU BEKALI WARGA BINAAN DENGAN KETERAMPILAN LAUNDRY | 01:22 WIB - Peringati Hari Bhayangkara ke-78, Polres Kampar Gelar Olahraga Bersama | 01:19 WIB - Sekjen DPW IWO Indonesia Sum-Sel Pertanyakan Anggaran & Azas Manfaat Sosialisasi Akbar KPU Prabumulih | 14:39 WIB - Tingkatkan Pelayanan Tahanan Pada Warga Binaan, Rutan Pekanbaru Adakan Program Pojok Konsultasi Pelayanan Tahanan | 13:57 WIB - Petugas dan Dharma Wanita Lapas Pekanbaru Gelar Jalan Sehat, Tingkatkan Kebugaran dan Fisik | 13:53 WIB - Jaga Kebugaran dan Kesehatan Tubuh, WBP Lapas Pekanbaru Rutin Ikuti Senam
/ Pekanbaru / Dinilai Buat Gaduh, Ketum PMN Hondro Sesalkan Pernyataan Wan Abu Bakar /
Dinilai Buat Gaduh, Ketum PMN Hondro Sesalkan Pernyataan Wan Abu Bakar
Senin, 20 Mei 2024 - 14:47:52 WIB

TERKAIT:
   
 
Suarasindo.com, PEKANBARU -- Ketua Umum DPP Pro Media Nusantara (PMN) S Hondro merespon pernyataan Wan Abu Bakar yang viral di media sosial TikTok beberapa waktu lalu. Dalam pernyataannya, mantan Gubernur Riau 3 bulan itu mengatakan pemimpin Riau kedepannya harus diisi oleh putra asli daerah.

"Saya gak paham maksud pak Wan Abu Bakar ini. Putra asli daerah itu seperti apa kriterianya. Tolong Anda jelaskan supaya tidak menimbulkan bias dan persepsi di ranah publik," ungkap S Hondro kepada awak media, Sabtu (18/5/2024).

Namun, lanjut Sekjen DPP Ikatan Media Online (IMO) Indonesia ini, pernyataan tersebut telah memicu spekulasi dan multi tafsir yang membikin kegaduhan. "Seharusnya sebagai seorang yang ditokohkan di Riau, tidak sepantasnya pak Wan Abu Bakar mengeluarkan statemen yang berpotensi berbau primordialisme yang dapat menimbulkan pengkotak-kotakan di masyarakat Riau,"  tegas Hondro.

Kemudian, ditengah situasi sosial politik menjelang Pilkada serentak dimana masyarakat sudah merasakan kesejukan pasca Pilpres, tiba tiba muncul pernyataan seperti itu, menurut Hondro tidak elok seorang yang mengaku tokoh membuat pernyataan yang berpotensi menyinggung etnis lain yang sudah bertahun-tahun tinggal di Riau bahkan sudah menjadi bagian dari masyarakat Riau.

"Di Riau ini kita hidup dalam heterogenitas yang kuat. Semua suku dan agama ada di Riau. Boleh dikatakan Riau ini salah satu miniatur nya Indonesia. Apalagi konsep bhineka tunggal Ika kan sudah jelas. Berbeda-beda tapi satu," pungkasnya.***


Berita Lainnya :
  • LAPAS PEKANBARU BEKALI WARGA BINAAN DENGAN KETERAMPILAN LAUNDRY
  • Peringati Hari Bhayangkara ke-78, Polres Kampar Gelar Olahraga Bersama
  • Sekjen DPW IWO Indonesia Sum-Sel Pertanyakan Anggaran & Azas Manfaat Sosialisasi Akbar KPU Prabumulih
  • Tingkatkan Pelayanan Tahanan Pada Warga Binaan, Rutan Pekanbaru Adakan Program Pojok Konsultasi Pelayanan Tahanan
  • Petugas dan Dharma Wanita Lapas Pekanbaru Gelar Jalan Sehat, Tingkatkan Kebugaran dan Fisik
  • Jaga Kebugaran dan Kesehatan Tubuh, WBP Lapas Pekanbaru Rutin Ikuti Senam
  • Perawatan dan Pemeliharaan Ambulans Lapas Pekanbaru
  • PT. RAPP Taja Kegiatan Penandatanganan MoU Program Desa Bebas Api Dengan Bupati Pelalawan dan Pj. Bupati Kampar
  • Bupati Pelalawan Hadiri Kegiatan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting dan Pelayanan Kesehatan Bergerak di Desa Sari Mulya
  •  
    Komentar Anda :
       
     
    PT. Jean Seputar Indonesia
    Copyright © 2017