Follow Us:
19:29 WIB - Perlindungan PMI: Peran Direktur Guetilang dalam Sosialisasi BP2MI di Indramayu | 16:58 WIB - Ikut Awasi Dana PI 10 Persen dari PHR, Gabungan Wartawan di Rohil sampaikan Surat Permintaan Audensi ke DPRD | 16:05 WIB - LAPAS PEKANBARU IKUTI KEGIATAN PENYAMPAIAN MEKANISME PELAKSANAAN PENILAIAN UPT TERBAIK DAN PEGAWAI PEMASYARAKATAN BERPRESTASI | 16:04 WIB - PERINGATI HARI TBC SEDUNIA, LAPAS PEKANBARU IKUT BERPARTISIPASI ADAKAN PENYULUHAN TBC KEPADA WBP,KELUARGA WBP DAN PEGAWAI | 18:13 WIB - Pantau Genangan Air di Jalan Simpang Kualo & KM 55, Tim Terpadu Satgas Banjir Turun ke Lapangan | 18:12 WIB - Lapas Kelas IIA Pekanbaru Bagikan Takjil Gratis kepada Masyarakat
/ Pelalawan / DP3APKB Kabupaten Pelalawan Hadiri Gebyar Audit Kasus Stunting /
DP3APKB Kabupaten Pelalawan Hadiri Gebyar Audit Kasus Stunting
Kamis, 23 Maret 2023 - 13:21:58 WIB

TERKAIT:
   
 
suarasindo.com,PELALAWAN - Pemerintahan Kabupaten Pelalawan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan KB (DP3APKB) mengikuti Gebyar Audit Kasus Stunting di Gedung Olah Raga Desa Bukit Lembah Subur Kecamatan Kerumutan, Rabu, (22/02/2023)

Gebyar diikuti oleh 12 Kabupaten/ Kota se-Provinsi Riau secara daring yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Riau Brigjen TNI (Purn) Edy Natar Nasution.

Usai pengikuti acara gebyar tersebut, Camat Kerumutan Rusdiyanto, S.Kep dalam sambutannya mengatakan, pada tahun 2021 terdapat 35 orang kasus stunting di Kecamatan Kerumutan, di antaranya di Desa Beringin Makmur sebanyak 14 orang, di Kelurahan Kerumutan sebanyak 21 orang.
Namun di tahun 2023, terjadi penurunan kasus yang sangat signifikan yakni hanya 7 orang anak saja, di antaranya di Desa Bukit Lembah Subur 4 orang, di Kelurahan Kerumutan 2 orang, dan di Desa Beringin Makmur 1 orang.

“Di Kecamatan Kerumutan terjadi penuruan kasus yang sangat signifikan, hanya tinggal 7 orang anak saja. Berbagai upaya telah kami lakukan untuk penurunan angka ini, salah satunya melalui suatu kegiatan inovasi yang kita kenal dengan nama CFC (Commudity Fidding Center) yang artinya pemberian asupan makanan tambahan terhadap balita yang mengarah ke stunting atau rentan dan juga kepada ibu hamil.” jelas Rusdiyanto.

“Pemberian makan tambahan itu dilakukan secara terpadu yang dikoordinir oleh dokter, bidan, dan ahli gizi. Dengan inovasi CFC ini kita harapkan dapat membatu penurunan angka stunting khususnya di Kecamatan Kerumutan. Mudah-mudahan di tahun 2024 kita harapkan di Kecamatan Kerumutan khususnya dan Kabupaten Pelalawan umumnya bisa mmeraih Zero dari kasus stunting.” pungkas camat.

Pada kesempatan tersebut Kepala DP3APKB Kabupaten Pelalawan Prima Merdekawati, S.Kep., MKM menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan secara serentak se-Provinsi Riau.

“Pada hari ini saya sampaikan dengan diadakan kegiatan ini, sekaligus juga dilakukan pelayanan KB dan pemberian beberapa bantuan yang diakomodir oleh seluruh OPD dan stake holder lainnya yang tergabung dalam Tim TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting) Kabupaten Pelalawan. Kami juga mengajak Dokter Spesialis Kandungan dan Dokter Spesialis Anak dari RSUD Selasih Kabupaten Pelalawan untuk melakukan pemeriksaan USG bagi ibu hamil dan pemeriksaan pada anak balita.” ujarnya.

Prima menambahkan, dalam penurunan angka stunting di Kecamatan Kerumutan yang merupakan lokus stunting, DP3APKB Kabupaten Pelalawan juga menggandeng Perusahaan PT. Sari Lembah Subur sebagai orang tua asuh bagi anak- anak stunting, yaitu dalam memberikan bahan bantu asupan gizi bagi mereka.
“Harapan kita kedepannya ini bisa menjadi salah satu terobosan dalam upaya penanganan stunting di Kabupaten Pelalawan. Di tahun 2022 angka stunting di Kabupaten Pelalawan mencapai 21%, sekarang sudah turun menjadi 11%. Kalau di total masih ada 54 kasus stunting di Kabupaten Pelalawan dan mudah- mudahan kedepan nya kita bisa Zero Stunting.” katanya.

Di akhir acara, Bupati Pelalawan yang diwakili oleh Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Pelalawan  H. Zulkifli, M.Si dalam sambutannya mengatakan stunting merupakan suatu penyakit terganggunya tumbuh kembang kepada anak yang tidak sesuai dengan usia, tinggi dan berat badannya. Anak yang terdiagnosa stunting sudah pasti pendek, akan tetapi anak- anak yang pendek bukan berarti stunting.

Kami berharap kepada ibu- ibu yang hamil jangan malu pergi ke puskesmas untuk memeriksakan secara berkala kandungannya, jika dirasa mengalami gangguan segera pergi ke dokter spesialis kandungan.” jelas Zulkifli.

Zulkifli menyampaikan bahwa saat ini Kabupaten Pelalawan berada pada urutan nomor 2 terendah kasus stunting di Provinsi Riau, yaitu masih terdapat 54 kasus. “Mari kita bekerja sama dengan cepat dan tepat sasaran, agar tidak ada lagi stunting di bumi Tuah Negeri Seiya Sekata Kabupaten Pelalawan ini.” pungkas Zulkifli.

Tampak hadir Anggota DPRD Kabupaten Pelalawan Imustiar S.IP, Perwakilan dari OPD di Lingkungan Kabupaten Pelalawan, Dokter Kandungan dan Spesialis Anak dari RSUD Selasih Kabupaten Pelalawan, Danramil Kecamatan Kerumutan Kapten INF Hendra Barus, Bhabinkamtibmas, Kepala Puskesmas Kerumutan Ny. Ketut Brana Asih, A.md, Ketua PKK Kec. Kerumutan Nurjasmi, S.Keb, Kader Stunting dan Posyandu, serta Kepala Desa Se- Kecamatan Kerumutan.*bnb.


Berita Lainnya :
  • Perlindungan PMI: Peran Direktur Guetilang dalam Sosialisasi BP2MI di Indramayu
  • Ikut Awasi Dana PI 10 Persen dari PHR, Gabungan Wartawan di Rohil sampaikan Surat Permintaan Audensi ke DPRD
  • LAPAS PEKANBARU IKUTI KEGIATAN PENYAMPAIAN MEKANISME PELAKSANAAN PENILAIAN UPT TERBAIK DAN PEGAWAI PEMASYARAKATAN BERPRESTASI
  • PERINGATI HARI TBC SEDUNIA, LAPAS PEKANBARU IKUT BERPARTISIPASI ADAKAN PENYULUHAN TBC KEPADA WBP,KELUARGA WBP DAN PEGAWAI
  • Pantau Genangan Air di Jalan Simpang Kualo & KM 55, Tim Terpadu Satgas Banjir Turun ke Lapangan
  • Lapas Kelas IIA Pekanbaru Bagikan Takjil Gratis kepada Masyarakat
  • TINGKATKAN KOMPETENSI PEGAWAI, LAPAS PEKANBARU IKUTI WEBINAR PENINGKATAN MANAJEMEN KINERJA ASN PEMASYARAKATAN
  • Tim Penilaian PPD 2024 Tahap II Tingkat Kabupaten di Ikuti Oleh Pemerintah Kabupaten Pelalawan
  • Kecelakaan Bus Sekolah di PT. Adei Plantation & Industri Diduga Akibat Sopir Ugal-Ugalan berkecepatan tinggi
  •  
    Komentar Anda :
       
     
    PT. Jean Seputar Indonesia
    Copyright © 2017