Follow Us:
23:14 WIB - Kapolsek Cegah Keributan, Pastikan Pengambilalihan PT Jimi–CV Makmur Jaya Sentosa oleh PT Agrinas Belum Sah | 11:23 WIB - Rayakan HUT PGRI ke-80, Pengurus Kecamatan Bukit Batu Undang Pensiunan Guru | 08:58 WIB - Bazar Kin Men Riau Dimulai, Pengunjung Dimanjakan Hampir 100 Stan dan Berbagai Lomba Mandarin | 18:48 WIB - Memupuk Semangat Bentuk Peduli Kemajuan Pendidikan, Danramil 04 Sikakap Ikuti Upacara Bersama Bupati Kep. Mentawai | 18:47 WIB - Babinsa Koramil 01/ Sikabaluan, Kodim 0319/Mentawai Monitor Wilayah, Banjir Landa Tiga Dusun di Desa Malancan | 18:46 WIB - Rayakan HUT PGRI ke-80, Pengurus Kecamatan Bukit Batu Undang Pensiunan Guru
/ Ekonomi / Harga Sejumlah Bahan Pokok Naik Menjelang dan Tahun Baru /
Harga Sejumlah Bahan Pokok Naik Menjelang dan Tahun Baru
Sabtu, 03 Desember 2022 - 11:31:55 WIB
Ilustrasi telur ayam dan beras naik menjelang perayaan natal dan tahun baru (foto/int)
TERKAIT:
   
 
PEKANBARU - Harga sejumlah bahan pokok di Provinsi Riau alami kenaikan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023. Kenaikan yang cukup signifikan seperti pada beras dan telur ayam.

Ana, seorang warga Pekanbaru menyebut harga telur sudah naik sejak sepekan terakhir. Sebelumnya harga telur satu papan isi 30 butir pada kisaran Rp46 ribu, namun pekan ini terus mengalami kenaikan hingga Rp54 ribu.

"Beras harganya terus naik, katanya karena gagal panen. Mudah-mudahan pemerintah bisa membantu untuk menstabilkan harga beras ini segera," sebut Ana.

Kemudian, harga beras premium juga naik. Beras premium per karung 10 Kg saat ini berada dikisaran Rp150 ribu. Menurutnya, kondisi tersebut cukup memberatkan masyarakat terutama yang ekonomi lemah.

"Telur memang mengalami kenaikan akibat permintaan yang tinggi menjelang perayaan Nataru," sebut Ningsih.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Riau Taufiq OH melalui Kasi Pengembangan dan Perdagangan Suryatiningsih menyebut, untuk telur memang saat ini mengalami kenaikan.

Sementara itu, untuk kenaikan harga beras, sudah terjadi cukup lama. Terjadinya akibat gagal produksi pada sentra beras, terutama di daerah Sumatera Barat (Sumbar).

"Beras yang naik terutama dari Sumatera Barat, ini karena terjadi gagal panen. Namun kalau untuk beras pulen, harganya masih stabil," sebutnya.


Berita Lainnya :
  • Kapolsek Cegah Keributan, Pastikan Pengambilalihan PT Jimi–CV Makmur Jaya Sentosa oleh PT Agrinas Belum Sah
  • Rayakan HUT PGRI ke-80, Pengurus Kecamatan Bukit Batu Undang Pensiunan Guru
  • Bazar Kin Men Riau Dimulai, Pengunjung Dimanjakan Hampir 100 Stan dan Berbagai Lomba Mandarin
  • Memupuk Semangat Bentuk Peduli Kemajuan Pendidikan, Danramil 04 Sikakap Ikuti Upacara Bersama Bupati Kep. Mentawai
  • Babinsa Koramil 01/ Sikabaluan, Kodim 0319/Mentawai Monitor Wilayah, Banjir Landa Tiga Dusun di Desa Malancan
  • Rayakan HUT PGRI ke-80, Pengurus Kecamatan Bukit Batu Undang Pensiunan Guru
  • Dana Desa Pantai Raja Diduga Tumpang Tindih: Pola Anggaran Rp 1,2 Miliar Lebih Picu Kecurigaan, Warga Minta Audit Khusus
  • Jeratan Elitisme Anggaran: Reformasi Polri Gagal Jika Komisi Takut Disorot!
  • Alputra Dianggap Layak Pimpin Golkar Kampar, Siap Konsolidasi Rebut Tahta Pemenang Pemilu
  •  
    Komentar Anda :
       
     
    PT. Jean Seputar Indonesia
    Copyright © 2017