Follow Us:
16:34 WIB - Asisten II Tinjau Desa Bukit Gajah, Kec. Ukui Dalam Rangka Persiapan Menyambut Kedatangan Menteri Koperasi dan UKM RI | 14:47 WIB - Penutupan APKASI Otonomi EXPO 2024: Menyelaraskan Budaya dan Filosofi dalam Tarian Labuhan Merapi | 02:50 WIB - Bupati Pelalawan Berharap Adanya Rakor ini, GTRA Bisa Bekerja Optimal Sebagai Bentuk Dukungan Terhadap Kemandirian Daerah | 21:18 WIB - PASTIKAN MUTU DAN KUALITAS MAKANAN TERJAGA, PETUGAS LAPAS PEKANBARU LAKUKAN PEMERIKSAAN BAHAN MAKANAN | 23:29 WIB - Tak Hanya Perkuat Kerukunan Silahturahmi, Dr. Martin Purba Sebut Bahas Soal Ini | 21:49 WIB - LAPAS PEKANBARU SAKSIKAN PELANTIKAN DAN PENGAMBILAN SUMPAH JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA
/ Otomotif / Saat Dahlan Iskan Pamer Mobil dan Motor Listrik ke Jokowi /
Saat Dahlan Iskan Pamer Mobil dan Motor Listrik ke Jokowi
Minggu, 08 Oktober 2017 - 23:56:58 WIB

TERKAIT:
   
 
Surabaya - Dahlan Iskan memamerkan mobil listrik "Selo" kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang datang ke Graha Pena, Surabaya, Jawa Timur. Dan Jokowi yakin mobil listrik adalah peta pertarungan di dunia otomotif untuk ke depannya.

Jokowi datang atas undangan Dahlan untuk berbicara mengenai menyikapi transformasi media di era digital. Turun dari mobil, Dahlan langsung mengajak Jokowi melihat Selo yang terparkir di depan Graha Pena.

Tak hanya itu, Dahlan juga mengajak Jokowi melihat tiga purwarupa motor listrik yang juga dipajang di Graha Pena. Tiga motor listrik tersebut adalah Gesits buatan ITS, TakeRun hasil rakitan siswa SMK Takeran, Magetan, dan DI Molik, motor listrik karya bersama Dahlan Iskan, Duta Jaya Mobil, dan Himpunan Bengkel Binaan YDBA Jawa Timur.

Dahlan juga memperkenalkan Jokowi kepada para inovator atau pembuat kendaraan listrik tersebut. "Ini adalah Ricky Elson yang buat Selo. Ada Pak Nur Yuniarto, yang buat Gesits," kata Dahlan.

Jokowi senang dengan inovasi dan karya yang telah dibuat. Jokowi ingin semuanya serius tentang inovasi ini.

"Kita pinginnya inovasi seperti itu terus didorong menjadi prototype yang benar dan bisa diindustrikan. Sehingga kalau negara lain bisa membuat, kita bisa membuat juga. Dengan catatan itu brand dan principle kita sendiri. Ke depan bisa dipastikan pertarungannya di mobil listrik," ujar Jokowi di Graha Pena, Minggu (8/10/2017).

Sayangnya, kata Jokowi, inovasi di Indonesia terkadang terkendala dan terhambat dengan regulasi. Regulasi yang dibuat oleh bangsa sendiri.

"Kita ini lucu. Inovasi itu bisa berhasil dan bisa gagal. Kalau gagal malah dipermasalahkan. Kita ini orientasinya pada prosedur, bukan hasil," kata Jokowi.

Inovasi Dahlan pada mobil listrik memang pernah membuatnya berurusan dengan hukum saat ia menjabat sebagai Menteri BUMN. Kasus itu selesai dan Dahlan tidak terbukti menyebabkan kerugian negara pada kasus tersebut.

Jokowi sendiri yakin masih banyak karya atau inovasi anak bangsa yang bisa dikembangkan, namun terhambat regulasi yang ada. Jokowi kerap menyuarakan bahwa deregulasi harus dilakukan agar Indonesia tidak kalah bersaing dengan negara lain.

"Negara kita ini kebanyakan aturan. Ada puluhan ribu aturan. Peraturan itu mempersulit kita sendiri. Kita mau cepat tapi terhalang aturan," lanjut Jokowi.

Jokowi mengaku sudah memangkas banyak aturan yang ada. Jokowi juga sudah meminta anggota dewan untuk tidak mengeluarkan undang-undang ataupun perda yang bisa menghambat inovasi dan iklim usaha.

"Ribuan perda dipangkas. Tapi ada yang di MK itu digagalkan," kata Jokowi.

Mobil dan motor listrik, kata Jokowi, merupakan salah satu inovasi dari kendaraan berbahan bakar BBM. Kendaraan listrik merupakan salah satu dari bentuk perubahan yang ada. Dan dunia menurut Jokowi memang berubah begitu cepat.

"Saya masuk Silicon Valley, Google, Facebook, Twitter, Alibaba. Saya kaget karena sangat pesat, perubahannya cepat," kata Jokowi.

Perubahan tersebut, kata Jokowi, tidak hanya terjadi dan berpengaruh pada Indonesia saja, tetapi juga terjadi pada negara lain. Sehingga yang terjadi adalah lanskap politik, ekonomi, dan lain sebagainya secara global juga akan berubah.

Akan terjadi perubahan dan pergeseran yang signifikan. Pergeseran ini kalau tidak diikuti, maka akan tertinggal. Harus diperlukan perubahan untuk beradaptasi dengan perubahan itu sendiri.

"Kalau tidak punya kemampuan merombak dan berubah, ya ditinggal betul kita," tandas Jokowi. (detik)



Berita Lainnya :
  • Asisten II Tinjau Desa Bukit Gajah, Kec. Ukui Dalam Rangka Persiapan Menyambut Kedatangan Menteri Koperasi dan UKM RI
  • Penutupan APKASI Otonomi EXPO 2024: Menyelaraskan Budaya dan Filosofi dalam Tarian Labuhan Merapi
  • Bupati Pelalawan Berharap Adanya Rakor ini, GTRA Bisa Bekerja Optimal Sebagai Bentuk Dukungan Terhadap Kemandirian Daerah
  • PASTIKAN MUTU DAN KUALITAS MAKANAN TERJAGA, PETUGAS LAPAS PEKANBARU LAKUKAN PEMERIKSAAN BAHAN MAKANAN
  • Tak Hanya Perkuat Kerukunan Silahturahmi, Dr. Martin Purba Sebut Bahas Soal Ini
  • LAPAS PEKANBARU SAKSIKAN PELANTIKAN DAN PENGAMBILAN SUMPAH JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA
  • Penuhi Hak WBP, Lapas Pekanbaru Berikan Pembebasan Bersyarat Kepada 21 Orang WBP
  • Universitas Batutta Mendapatkan Akreditasi Baik Sekali
  • Wakil Ketua DPRD Hadiri Penyampaian LHP LKPP Tahun 2023
  •  
    Komentar Anda :
       
     
    PT. Jean Seputar Indonesia
    Copyright © 2017